Tiba2 aja pengen nulis pengalaman ttg investasi yg ga sengaja aku dan suamiku lakukan...
Bermula dari Go Publiknya PT. Pelat Timah Nusantara (Latinusa), untuk karyawan Krakatau Steel dan Group memang di prioritaskan bahkan mendapatkan diskon untuk pembelian saham PT. Latinusa tersebut...
Desember 2009, kebeneran ada rejeki sedikit, dengan pertimbangan bahwa Latinusa adalah perusaahaan monopoli, Insya Allah harga sahamnya terus meningkat, belilah kami bbrp lot saham di Latinusa, waktu itu kami menanamkan dalam otak kami "anggap aja duit lupa"...waktu itu kami beli dengan harga 325 per lembar...
19 Oktober 2010, kebetulan tabungan kami sudah menipis, ada isu juga di kantor, temen2 sekantor pada mau jual saham Latinusa, hmmm....pikir2 dan diskusi dengan si ayah...karna kami memang sedang "membutuhkan", akhirnya kami putuskan untuk menjualnya...Lewat accounting kantorku, akhirnya aku dan bbrp temanku menjual saham kami, selang sehari kemudian sudah mendapatkan kabar dari Bahana Securitas, kalo sudah ada yang mau beli saham kami, dengan harga saham saat itu 375 per lembar...okelahhh deaaalll...kami melepas saham kami....
Dapet harga yang tadinya per lembar 325 jadi 375 per lembar aja uda seneng bangett...cuma 10 bulan tapi return yang kami dapat sudah lebih tinggi dari deposit di bank sekalipun..
22 Oktober 2010, tiba2 Pa Aris sang accounting kantor datang ke mejaku.."dhe...sekarang Latinusa 420 per lember, hadohh tadinya saham mu mau aku beli"...langsung heboh deh temen2 yg deketan meja nya sama mejaku, berbagai celoteh yg aku terima..."coba dijual sekarang lah.." bla....bla..........blaaaa........
Hmmm...memang apabila saham kami dijual saat ini untung nya lebih besar dibanding 4 hari yang lalu, tapi balik lagi permainan saham kan spekulasi, ya kadangkala turuun, dan kadangkala naikkkk, adapun kami "hanya" mendapatkan di harga 375 per lembar, itu adalah rejeki kami, rejeki kami ya memang segitu, bukan rejeki kami di harga saham 420 per lembar...sooo...kami tetap bersyukurrrr, yang tadinya kami anggap "uang lupa" ternyata bisa menghasilkan, apalagi di masa saat kami memang membutuhkannya
Bermula dari Go Publiknya PT. Pelat Timah Nusantara (Latinusa), untuk karyawan Krakatau Steel dan Group memang di prioritaskan bahkan mendapatkan diskon untuk pembelian saham PT. Latinusa tersebut...
Desember 2009, kebeneran ada rejeki sedikit, dengan pertimbangan bahwa Latinusa adalah perusaahaan monopoli, Insya Allah harga sahamnya terus meningkat, belilah kami bbrp lot saham di Latinusa, waktu itu kami menanamkan dalam otak kami "anggap aja duit lupa"...waktu itu kami beli dengan harga 325 per lembar...
19 Oktober 2010, kebetulan tabungan kami sudah menipis, ada isu juga di kantor, temen2 sekantor pada mau jual saham Latinusa, hmmm....pikir2 dan diskusi dengan si ayah...karna kami memang sedang "membutuhkan", akhirnya kami putuskan untuk menjualnya...Lewat accounting kantorku, akhirnya aku dan bbrp temanku menjual saham kami, selang sehari kemudian sudah mendapatkan kabar dari Bahana Securitas, kalo sudah ada yang mau beli saham kami, dengan harga saham saat itu 375 per lembar...okelahhh deaaalll...kami melepas saham kami....
Dapet harga yang tadinya per lembar 325 jadi 375 per lembar aja uda seneng bangett...cuma 10 bulan tapi return yang kami dapat sudah lebih tinggi dari deposit di bank sekalipun..
22 Oktober 2010, tiba2 Pa Aris sang accounting kantor datang ke mejaku.."dhe...sekarang Latinusa 420 per lember, hadohh tadinya saham mu mau aku beli"...langsung heboh deh temen2 yg deketan meja nya sama mejaku, berbagai celoteh yg aku terima..."coba dijual sekarang lah.." bla....bla..........blaaaa........
Hmmm...memang apabila saham kami dijual saat ini untung nya lebih besar dibanding 4 hari yang lalu, tapi balik lagi permainan saham kan spekulasi, ya kadangkala turuun, dan kadangkala naikkkk, adapun kami "hanya" mendapatkan di harga 375 per lembar, itu adalah rejeki kami, rejeki kami ya memang segitu, bukan rejeki kami di harga saham 420 per lembar...sooo...kami tetap bersyukurrrr, yang tadinya kami anggap "uang lupa" ternyata bisa menghasilkan, apalagi di masa saat kami memang membutuhkannya